Ketersediaan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan
dalam suatu wilayah sangatlah diperlukan terutama untuk daerah yang jauh dari
pusat kota, dapat dibayangkan betapa sulitnya ketika ada warga yang membutuhkan
pertolongan tenaga kesehatan, namun tidak seorangpun yang bertempat tinggal di
wilayah tersebut. Untuk mengantisipasi hal-hal yang demikian setidaknya dalam
suatu wilayah kecamatan harus ada harus minimal sebuah
Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (PUSTU) dengan beberapa tenaga medis. Untuk
membantu warga masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di Desa Gambah Dalam telah tersedia sarana kesehatan yaitu terdapat 1
buah Puskesmas
Pembantu dan 2 buah Posyandu serta 1 buah Rumah Sakit. Yang khusus melayani persalinan warga desa
dilayani oleh 1 orang
Bidan Desa, 0 orang Dukun Bayi tidak terlatih, dan 1 orang Dukun Pijat / Dukun Patah Tulang dan 1 orang Petugas KB di Desa.
Kesadaran masyarakat akan
pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan sudah cukup baik, tetapi ketika
terjadi wabah penyakit chikunguya beberapa tahun terakhir di Kabupaten Hulu Sungai
Selatan, maka Desa Gambah Dalam juga tidak terlepas ikut terkena wabah penyakit
tersebut. Untuk mengatasinya pemerintah desa telah bekerja sama dengan Dinas
Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan melakukan fooging (pengasapan) terhadap wabah penyakit tersebut walaupun
tergolong sebagai wabah yang tidak mematikan. Sementara untuk tahun 2014 situasi dan kondisi relatif
baik.
Salah satu kebutuhan mendasar
masyarakat setelah makanan adalah perumahan karena setelah bekerja seharian
mencari nafkah maka diperlukan tempat tinggal untuk beristirahat. Dengan
memiliki rumah berarti kebutuhan papan sudah terpenihi, baik itu rumah
permanen, kondisi perumahan di Desa Gambah Dalam ada yang permanen dan ada pula
yang tidak, rumah permanen 355 buah, tidak permanen 320 buah dan setengah permanen
sebanyak 62 buah.
Fasilitas listrik yang menjadi
dambaan setiap penduduk utamanya penduduk di Desa Gambah Dalam dapat menikmati penerangan
listrik, meskipun tidak semua penduduk dapat menikmati secara langsung Listrik
PLN, ada 711 KK yang menggunakan listrik
dan lainnya sekitar 12 -an KK menggunakan penerangan ikut dari listrik tetangga
dan sebagian kecil sekali dengan lampu minyak tanah, namun secara tidak
langsung mereka yang tidak menggunakan listrik dirumahnya juga dapat merasakan
manfaat dari keberadaan listrik yang telah masuk desa walaupun hanya dari
penerangan jalan utama desa.
Disamping akan kebutuhan penerangan dari
listrik, kebutuhan air bersih terutama untuk masak, mandi, cuci dan lainnya,
desa ini kebanyakan rumah tangga sudah menggunakan air bersih yang menggunakan
sumur bor/pompa sebanyak 560 KK, menggunakan Sumur Gali dan lain-lain sebanyak 116 KK.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar