Senin, 21 September 2015

Kesehatan, Perumahan dan Lingkunga



Ketersediaan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan dalam suatu wilayah sangatlah diperlukan terutama untuk daerah yang jauh dari pusat kota, dapat dibayangkan betapa sulitnya ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan tenaga kesehatan, namun tidak seorangpun yang bertempat tinggal di wilayah tersebut. Untuk mengantisipasi hal-hal yang demikian setidaknya dalam suatu wilayah kecamatan harus ada harus minimal sebuah Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (PUSTU) dengan beberapa tenaga medis. Untuk membantu warga masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di Desa Gambah Dalam telah tersedia sarana kesehatan yaitu terdapat 1 buah Puskesmas Pembantu dan 2 buah Posyandu serta 1 buah Rumah Sakit. Yang khusus melayani persalinan warga desa dilayani oleh 1 orang Bidan Desa, 0 orang Dukun Bayi tidak terlatih, dan 1 orang Dukun Pijat / Dukun Patah Tulang dan 1 orang Petugas KB di Desa.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan sudah cukup baik, tetapi ketika terjadi wabah penyakit chikunguya beberapa tahun terakhir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, maka Desa Gambah Dalam juga tidak terlepas ikut terkena wabah penyakit tersebut. Untuk mengatasinya pemerintah desa telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan melakukan fooging (pengasapan) terhadap wabah penyakit tersebut walaupun tergolong sebagai wabah yang tidak mematikan. Sementara untuk tahun 2014 situasi dan kondisi relatif baik.
Salah satu kebutuhan mendasar masyarakat setelah makanan adalah perumahan karena setelah bekerja seharian mencari nafkah maka diperlukan tempat tinggal untuk beristirahat. Dengan memiliki rumah berarti kebutuhan papan sudah terpenihi, baik itu rumah permanen, kondisi perumahan di Desa Gambah Dalam  ada yang permanen dan ada pula yang tidak, rumah permanen 355 buah, tidak permanen 320 buah dan setengah permanen sebanyak 62 buah.
Fasilitas listrik yang menjadi dambaan setiap penduduk utamanya penduduk di Desa Gambah Dalam dapat menikmati penerangan listrik, meskipun tidak semua penduduk dapat menikmati secara langsung Listrik PLN, ada 711 KK yang menggunakan listrik dan lainnya sekitar 12 -an KK menggunakan penerangan ikut dari listrik tetangga dan sebagian kecil sekali dengan lampu minyak tanah, namun secara tidak langsung mereka yang tidak menggunakan listrik dirumahnya juga dapat merasakan manfaat dari keberadaan listrik yang telah masuk desa walaupun hanya dari penerangan jalan utama desa.
Disamping akan kebutuhan penerangan dari listrik, kebutuhan air bersih terutama untuk masak, mandi, cuci dan lainnya, desa ini kebanyakan rumah tangga sudah menggunakan air bersih yang menggunakan sumur bor/pompa sebanyak 560 KK, menggunakan Sumur Gali dan lain-lain sebanyak 116 KK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar